Hambatan Penanganan Pelaku Korupsi, Kolusi Dan Nepotisme

Authors

  • Sri Rudiyah

Abstract

Negara Indonesia sudah tidak lagi sebaik masa- masa lalu citranya, khususnya pada masa- masa Pemerintahan Ir. Soekarno dan Bung Hatta, yang walaupun pada masa itu tindak pidana yang dilakukan tidak sebanyak saat ini intensitasnya, akan tetapi citra Negara Indonesia  saat itu tetap saja masih lebih baik dibandingkan dewasa ini, utamanya  terhadap masyarakat Indonesia. Masyarakat Internasional sudah menilai buruk terhadap negara Indonesia ini, yang pada sejak pemberontakan Partai Komunis Indonesia, Bangsa Indonesia sudah mendapat label terkejam di dunia, karena saat itu hanya dalam kurun waktu satu malam, sebanyak kurang lebih lima belas juta warga Indonesia dibunuh, kemudian juga dianggap sebagai negara Teroris, yang memang didukung dengan frekwensi banyaknya peristiwa pengeboman akhir- akhir ini, bahkan ada labeling lain yang juga menyudutkan Negara Indonesia, yaitu termasuk negara yang paling banyak Korupsi.

Labeling (cap atau sebutan) bagi Negara Indonesia oleh masyarakat Indonesia tersebut di atas, bukannya tidak beralasan, akan tetapi hingga sekarangpun Pemerintah Indonesia belum dapat menunjukkan hal yang sebaliknya.  Korupsi masih saja ada, pengeboman masih saja terjadi, pendek kata citra negara Indonesia saat ini benar- benar buruk.

Korupsi memang cukup menjatuhkan martabat Negara Indonesia, paling tidak, menjadikan para Donatur atau Para Investor menjadi kurang percaya terhadap kemampuan Indonesia di bidang ekonomi, atau kemampuan Indonesia di bidang keamanan.

Downloads

Published

2020-05-15

How to Cite

Rudiyah, S. (2020). Hambatan Penanganan Pelaku Korupsi, Kolusi Dan Nepotisme. Gema Genggong : Jurnal Hukum, Keadilan &Amp; Budaya, 2(1). Retrieved from https://ejurnal.stihzainulhasan.ac.id/index.php/gema/article/view/54