Penegakan Hukum Terhadap Pencemaran Dan Atau Perusakan Lingkungan Hidup Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009

Penulis

  • HM Hartoyo

Abstrak

Berdasrkan Pasal 1 butir 14 jo. butir 16 UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengeloaan Lingkungan Hidup, yang selanjutnya disebut UUPPLH.  “ Pencemaran lingkungan hidup adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/ atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan, sedangkan perusakan lingkungan hidup adalah tindakan orang yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat fisik, kimia, dan/atau hayati lingkungan hidup sehingga melampaui kriteria baku kerusakan lingkungan hidup.

Kita sering melihat pemandangan yang kurang mengenakkan, antara lain  kepulan  asap yang keluar dari cerobong asap pabrik, pembungan air limbah pabrik ke aliran  sungai  yang melebihi baku mutu lingkungan,  asap yang keluar dari kenalpot kendaraan bermotor,  kabut asap  tumpukan sampah, tumpahan minyak di laut,  penggundulan hutan dan lain-lain. Semua itu menyebabkan terjadinya pencemaran dan/atau perusakan lingkungan dan  dampak berikutnya menipisnya lapisan ozon,  polusi udara, pemanasan global,  punahnya spesies tertentu merupakan beberapa contoh masalah-masalah lingkungan hidup.  Dalam kaca mata hukum, masalah-masalah lingkungan tersebut dikelompokkan dalam dua bentuk, yaitu pencemaran lingkungan dan perusakan lingkungan hidup.

Perbuatan mencemari dan menimbulkan kerusakan pada lingkungan hidup merupakan kegiatan yang secara langsung atau tidak langsung dapat membahayakan, karena dapat menimbulkan perubahan dan penurunan kualitas lingkungan hidup. Dampak negatif dari menurunnya kualitas hidup adalah timbulnya ancaman terhadap kesehatan, kerugian ekonomi, menurunnya nilai estetika dan terganggunya sistem alami. Oleh karena itu, untuk melindunginya maka diperlukan penegakan hukum. Pelaku pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup adalah masyarakat  luas terlebih adalah  dunia Industri.  Tumbuh dan berkembangnya  industri di tanah air sangat berdampak positif yaitu membuka lapangan kerja baru dan selanjutnya dapat  meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bahkan industry itu  merupakan asset Negara. Akan tetapi menjamurnya industri   juga dapat mempunyai dampak negatif yaitu terjadinya pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup, jika tidak dikelola dengan baik.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2014-12-02

Cara Mengutip

Hartoyo, H. (2014). Penegakan Hukum Terhadap Pencemaran Dan Atau Perusakan Lingkungan Hidup Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009. Gema, 2(1), 1. Diambil dari https://ejurnal.stihzainulhasan.ac.id/index.php/gema/article/view/24